You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
4 Excavator Amfibi DKI Tiba Dilahan Embung Brigif
photo Rio Sandiputra - Beritajakarta.id

Pembangunan Embung Brigif Dimulai

Pembangunan embung (kolam penampungan air) Brigif di Jl Aselih RT 09/01, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan dimulai. Sebanyak empat alat berat jenis amfibi dikerahkan ke lokasi, Kamis (24/4) pagi.

Kita sudah turunkan 3 eskavator amfibi ukuran besar dan 1 ukuran lebih kecil

"Kita sudah turunkan 3 eskavator amfibi ukuran besar dan 1 ukuran lebih kecil," ujar Wawan Mustopa, Staf Pelaksana Pembebasan Lahan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Kamis (24/4).

Menurut Wawan, alasan menggunakan eskavator amfibi karena kontur tanah yang akan dibangun tidak stabil. Terlebih, curah hujan saat ini cukup tinggi dan tidak bisa diprediksi. "Daripada saat banyak air nanti kejeblos, malah menghambat pengerjaan. Kita akan normalisasi lahan dengan diratakan terlebih dahulu, minimal butuh waktu satu bulan," katanya.

DKI Minta Dukungan Pusat Tangani Tiga Proyek Infrastruktur

Pantauan beritajakarta.com, alat berat tersebut masuk ke lahan yang berupa tempat pemancingan dan pembibitan ikan. Lahan ini nantinya akan dibuat embung sebagai kantong penampungan untuk mengatur debit air yang mengalir ke Jakarta dari arah Bogor dan Depok.

"Rencananya, ada 10,3 hektar lahan di sini hingga Jalan Brigif yang akan dijadikan embung. Saat ini, masih ada 3,7 hektar lahan yang dalam proses pembebasan," ucapnya.

Total dana yang sudah dikeluarkan untuk pembebasan lahan, kata Wawan, hingga saat ini sudah mencapai Rp 64 miliar. Untuk pembebasan sisa lahan dengan perkiraan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) berjalan setidaknya dibutuhkan dana Rp 74 miliar. "Sementara anggaran pembebasan lahan tahun ini hanya ada Rp 20 miliar," jelasnya.

"Warga kan bisa melihat kinerja dari Pemprov DKI sekarang, pasti mereka percaya ini akan baik. Mudah-mudahan kalau lancar, kita ajukan tambahan dana dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT)," ungkapnya.

Namun pengerahan empat alat berat ini sempat diprotes pemilik pemancingan karena kurangnya sosialisasi dari Dinas PU DKI Jakarta. "Kita baru tebar ikan dan diberitahu kemarin pagi. Eh, sekarang alat berat sudah masuk ke empang," keluh, Rosman (55), pemilik pemancingan.

Rosman yang mempunyai lapak sekitar 1.200 meter persegi mengaku menderita kerugian sebesar Rp 22 juta. "Kan bangunan dibongkar, lalu ikan ya tidak tahu berapa yang dapat diselamatkan. Kalau dihitung modal dengan mesin air sekitar Rp 22 juta," ucapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2896 personAnita Karyati
  2. Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

    access_time20-10-2026 remove_red_eye1723 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1688 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1674 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1658 personDessy Suciati